Produk Pertanian Kini Bisa Dibeli Langsung, Tanpa Perantara

Petani membutuhkan akses langsung terhadap produk pertanian yang berkualitas. Namun dalam kenyataannya, proses distribusi sering kali melibatkan banyak pihak. Akibatnya, harga menjadi lebih tinggi dan produk sulit dijangkau tepat waktu.

Untuk menjawab permasalahan ini, sistem distribusi langsung kini semakin banyak diterapkan. Salah satu contohnya dapat ditemukan melalui layanan dari Mitra Sahabat Tani, toko pertanian retail yang menyediakan produk langsung kepada petani, tanpa perantara.

Distribusi Lebih Pendek, Akses Lebih Cepat

Dengan memperpendek jalur distribusi, proses pembelian menjadi lebih efisien. Harga pun menjadi lebih kompetitif karena tidak ada biaya tambahan dari pihak ketiga. Selain itu, petani bisa mendapatkan informasi produk secara langsung dari tim toko.

Hal ini penting untuk menghindari kesalahan penggunaan. Sebab, informasi dosis dan cara pakai sering kali berubah ketika disampaikan melalui jalur yang terlalu panjang.

Konsultasi Diberikan, Kepercayaan Dikuatkan

Sebelum membeli, petani akan mendapatkan konsultasi langsung di toko. Edukasi teknis juga diberikan secara gratis. Tim toko kami telah dibekali pengetahuan produk dan praktik pertanian di lapangan.

Dengan pendekatan ini, kepercayaan antara petani dan penyedia produk dapat dibangun secara bertahap. Kami tidak hanya hadir sebagai penjual, tetapi sebagai mitra yang mendampingi.

Produk Tersedia Lengkap dan Terjamin

Berbagai produk pertanian tersedia lengkap di toko Mitra Sahabat Tani. Mulai dari benih, pupuk, pestisida, hingga perlengkapan pertanian. Semua produk berasal dari distributor resmi dan merek terpercaya.

Harga ditampilkan secara terbuka. Selain pembelian langsung, petani juga bisa memesan melalui WhatsApp. Produk akan dikirimkan dari depo terdekat, sehingga lebih cepat sampai ke tangan petani.

Bukan Sekadar Toko, Tetapi Mitra Lapangan

Kami tidak berhenti pada urusan jual-beli. Melalui pendekatan layanan yang menyeluruh, Mitra Sahabat Tani juga menyediakan edukasi, konsultasi teknis, dan program loyalitas seperti MitraClub.

Melalui MitraClub, pelanggan bisa mendapatkan berbagai keuntungan. Mulai dari poin belanja, diskon, hingga layanan pengiriman cepat dan gratis ke lokasi.

Dengan sistem distribusi langsung, layanan profesional, serta pendampingan yang berkelanjutan, Mitra Sahabat Tani berkomitmen menjadi bagian dari pertanian Indonesia yang lebih efisien, transparan, dan tangguh.

Setiap produk yang dikirimkan tidak hanya tersedia dengan cepat, tetapi juga dijelaskan secara teknis dan disesuaikan dengan kebutuhan lahan.

Karena kami percaya, pertanian Indonesia akan tumbuh lebih kuat jika petani didukung oleh mitra yang nyata, bukan sekadar penjual di balik layar.

Belanja Produk Pertanian Sekarang Bisa Lebih Praktis dan Aman

Kebutuhan petani akan produk pertanian berkualitas tidak hanya terbatas pada ketersediaan. Kecepatan pengiriman, kemudahan akses, dan jaminan keamanan transaksi kini juga menjadi pertimbangan penting. Oleh karena itu, sistem belanja produk pertanian secara langsung, praktis, dan aman mulai menjadi pilihan utama.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Mitra Sahabat Tani hadir sebagai solusi terpadu yang memadukan layanan toko fisik, pemesanan digital, serta pendampingan langsung di lapangan.

Pembelian Bisa Dilakukan dari Mana Saja

Kini, pembelian produk pertanian tidak lagi harus dilakukan dengan datang ke toko. Melalui layanan digital, pemesanan dapat dilakukan langsung melalui WhatsApp. Produk akan disiapkan oleh tim gudang dan dikirim dari depo terdekat menuju lokasi petani.

Sistem ini dirancang untuk memudahkan petani yang berada di daerah pelosok atau memiliki keterbatasan waktu. Selain itu, metode ini juga mengurangi risiko kehabisan stok karena sistem pemantauan dilakukan secara real-time.

Produk Asli, Harga Transparan

Setiap produk yang tersedia di toko maupun dalam sistem digital Mitra Sahabat Tani dijamin keasliannya. Produk hanya diambil dari distributor resmi dan merek terpercaya. Oleh karena itu, kualitas produk dapat dipertanggungjawabkan.

Harga yang ditampilkan juga bersifat transparan dan tidak dikenakan biaya tambahan tersembunyi. Pembayaran dilakukan melalui rekening resmi perusahaan, bukan atas nama pribadi, sehingga keamanan transaksi lebih terjaga.

Layanan Pengiriman Cepat dan Efisien

Pengiriman dilakukan dari depo terdekat yang tersebar di beberapa wilayah. Dengan sistem ini, waktu pengiriman bisa dipercepat, dan biaya kirim bisa ditekan. Produk akan dikemas secara aman dan disesuaikan dengan jenis barang yang dikirim.

Bagi anggota MitraClub, layanan pengiriman tambahan seperti gratis ongkir, bayar di tempat, dan prioritas pemrosesan juga dapat dinikmati sebagai bagian dari benefit keanggotaan.

Edukasi dan Pendampingan Tetap Diberikan

Meski pembelian dilakukan secara jarak jauh, edukasi dan panduan penggunaan produk tetap disediakan. Tim lapangan dari Mitra Sahabat Tani siap memberikan penjelasan mengenai dosis, waktu aplikasi, dan cara penggunaan produk yang tepat.

Petani tidak dibiarkan mencoba sendiri. Pendampingan tetap dilakukan agar hasil yang didapatkan bisa maksimal dan sesuai target budidaya.

Dengan sistem pemesanan yang mudah, produk resmi, harga transparan, dan layanan pengiriman cepat, Mitra Sahabat Tani berkomitmen untuk mendukung petani Indonesia agar bisa mendapatkan produk pertanian tanpa hambatan.

Karena dalam pertanian modern, kemudahan akses dan kepercayaan terhadap penyedia menjadi faktor utama dalam mencapai hasil yang lebih baik.

WhatsApp Image 2025-07-22 at 14.33.18_29f77901

Mengapa Penyemprotan Harus Dilakukan di Pagi atau Sore Hari?

Pagi dan Sore: Waktu Emas untuk Menyemprot Tanaman

Bagi para petani, kegiatan menyemprot insektisida, fungisida, atau nutrisi daun bukan hal asing. Tapi tahukah kamu bahwa waktu penyemprotan sangat mempengaruhi hasilnya?

Secara umum, waktu yang disarankan untuk menyemprot tanaman adalah pagi sebelum pukul 9 atau sore hari setelah pukul 15.00. Alasannya bukan sekadar kebiasaan, tapi ada penjelasan ilmiahnya!.

Menghindari Penguapan di Siang Hari

Saat matahari sedang terik (sekitar pukul 10.00–14.00), suhu udara meningkat drastis. Jika kamu menyemprot di waktu ini, cairan semprot akan cepat menguap sebelum sempat diserap tanaman. Akibatnya, efektivitas produk jadi menurun, bahkan bisa menyebabkan daun gosong karena efek "terbakar".

Stomata Terbuka di Waktu yang Tepat

Tanaman menyerap zat dari permukaan daun melalui pori-pori yang disebut stomata. Pagi dan sore hari adalah saat di mana stomata tanaman terbuka lebih lebar, sehingga penyerapan nutrisi atau pestisida bisa lebih maksimal.

Hama Aktif di Waktu Dingin

Beberapa jenis hama, seperti ulat atau kutu, justru lebih aktif di pagi atau sore hari ketika suhu tidak terlalu panas. Menyemprot di waktu ini memberi peluang lebih besar untuk membasmi mereka secara langsung.

Risiko Drift Lebih Rendah

Saat siang hari, angin biasanya bertiup lebih kencang. Ini berisiko membuat cairan semprot terbawa angin ke arah yang tidak diinginkan (spray drift). Dengan menyemprot di pagi atau sore, risiko ini jauh lebih kecil, sehingga penyemprotan jadi lebih hemat dan akurat.

Tips Tambahan untuk Hasil Maksimal

Gunakan alat semprot yang bersih dan nozzle yang tepat

Ikuti dosis anjuran pada label produk

Semprot merata ke seluruh bagian tanaman, terutama bawah daun

Pastikan cuaca tidak hujan dalam 6 jam setelah penyemprotan

Mitra Sahabat Tani Siap Bantu

Butuh alat semprot berkualitas? Atau ingin konsultasi soal waktu penyemprotan yang pas untuk tanaman kamu? Mitra Sahabat Tani siap bantu langsung di toko atau depo terdekat.

Kami juga menyediakan berbagai produk pertanian berkualitas, dengan edukasi langsung dari tim kami yang berpengalaman di lapangan.

Cari depo terdekatmu sekarang dan dapatkan pendampingan pertanian yang benar-benar niat bantu petani berkembang!

Pagi dan Sore: Waktu Emas untuk Menyemprot Tanaman

Bagi para petani, kegiatan menyemprot insektisida, fungisida, atau nutrisi daun bukan hal asing. Tapi tahukah kamu bahwa waktu penyemprotan sangat mempengaruhi hasilnya?

Secara umum, waktu yang disarankan untuk menyemprot tanaman adalah pagi sebelum pukul 9 atau sore hari setelah pukul 15.00. Alasannya bukan sekadar kebiasaan, tapi ada penjelasan ilmiahnya!.

Menghindari Penguapan di Siang Hari

Saat matahari sedang terik (sekitar pukul 10.00–14.00), suhu udara meningkat drastis. Jika kamu menyemprot di waktu ini, cairan semprot akan cepat menguap sebelum sempat diserap tanaman. Akibatnya, efektivitas produk jadi menurun, bahkan bisa menyebabkan daun gosong karena efek “terbakar”.

Stomata Terbuka di Waktu yang Tepat

Tanaman menyerap zat dari permukaan daun melalui pori-pori yang disebut stomata. Pagi dan sore hari adalah saat di mana stomata tanaman terbuka lebih lebar, sehingga penyerapan nutrisi atau pestisida bisa lebih maksimal.

Hama Aktif di Waktu Dingin

Beberapa jenis hama, seperti ulat atau kutu, justru lebih aktif di pagi atau sore hari ketika suhu tidak terlalu panas. Menyemprot di waktu ini memberi peluang lebih besar untuk membasmi mereka secara langsung.

Risiko Drift Lebih Rendah

Saat siang hari, angin biasanya bertiup lebih kencang. Ini berisiko membuat cairan semprot terbawa angin ke arah yang tidak diinginkan (spray drift). Dengan menyemprot di pagi atau sore, risiko ini jauh lebih kecil, sehingga penyemprotan jadi lebih hemat dan akurat.

Tips Tambahan untuk Hasil Maksimal

  • Gunakan alat semprot yang bersih dan nozzle yang tepat
  • Ikuti dosis anjuran pada label produk
  • Semprot merata ke seluruh bagian tanaman, terutama bawah daun
  • Pastikan cuaca tidak hujan dalam 6 jam setelah penyemprotan

Mitra Sahabat Tani Siap Bantu

Butuh alat semprot berkualitas? Atau ingin konsultasi soal waktu penyemprotan yang pas untuk tanaman kamu? Mitra Sahabat Tani siap bantu langsung di toko atau depo terdekat.

Kami juga menyediakan berbagai produk pertanian berkualitas, dengan edukasi langsung dari tim kami yang berpengalaman di lapangan.

Cari depo terdekatmu sekarang dan dapatkan pendampingan pertanian yang benar-benar niat bantu petani berkembang!

WhatsApp Image 2025-07-22 at 14.33.19_9199cbe7

Kenali Jenis-jenis Gulma yang Sering Mengganggu Tanaman

Mengapa Gulma Harus Diperhatikan?

Banyak petani masih menganggap gulma sebagai gangguan kecil. Namun kenyataannya, gulma bisa bersaing langsung dengan tanaman utama dalam menyerap air, unsur hara, dan sinar matahari. Jika dibiarkan, keberadaan gulma akan menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen secara signifikan. Selain itu, biaya produksi bisa ikut meningkat karena upaya pemulihan tanaman yang terganggu.

Jenis-jenis Gulma yang Sering Ditemui

Untuk mengendalikan gulma secara efektif, penting bagi petani mengenali jenis-jenis gulma yang umum tumbuh di lahan. Berdasarkan bentuk dan cara pertumbuhannya, gulma dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar.

1. Gulma Daun Lebar

Gulma ini memiliki daun lebar dan pertumbuhan menyebar ke berbagai arah.
Contoh umum: bayam liar, daun sendok, teki ladang.

Ciri-cirinya:

Mudah dikenali karena bentuknya mencolok

Cepat tumbuh, apalagi setelah hujan

Menyerap sinar matahari yang seharusnya diterima tanaman utama

2. Gulma Daun Sempit

Jenis ini bentuknya menyerupai rumput dan sering tumbuh di berbagai lahan pertanian.
Contoh: alang-alang, rumput teki, rumput gajah kecil.

Ciri khasnya meliputi:

Akar serabut yang cepat menyebar

Tumbuh dominan di lahan terbuka

Sulit diberantas hanya dengan mencabut manual

3. Gulma Berkayu atau Semak

Biasanya muncul di lahan yang tidak sering digarap, seperti ladang atau tegalan.
Contoh: semak berduri, gelagah.

Beberapa cirinya antara lain:

Pertumbuhannya lambat, tapi sulit dikendalikan

Akar dan batang kuat, kadang merusak peralatan

Membutuhkan perlakuan khusus, seperti pemangkasan intensif

Kapan Waktu Terbaik Membersihkan Gulma?

Mengendalikan gulma tidak bisa asal-asalan. Terdapat beberapa waktu kritis yang sebaiknya diperhatikan, antara lain:

Pra-tanam: Membersihkan gulma sebelum penanaman membuat pertumbuhan awal tanaman jadi lebih optimal

Umur 7–21 hari setelah tanam: Pada fase ini, tanaman masih rentan bersaing dengan gulma

Menjelang pembungaan: Tanaman membutuhkan energi maksimal untuk membentuk bunga dan buah, sehingga keberadaan gulma sangat mengganggu

Dengan memperhatikan waktu-waktu ini, pengendalian gulma bisa menjadi lebih efisien dan hasil panen lebih maksimal.

Langkah Praktis Mengatasi Gulma

Beberapa langkah berikut bisa membantu petani menjaga lahan tetap bersih:

Gunakan mulsa plastik untuk mencegah tumbuhnya gulma sejak awal

Pantau lahan secara rutin, terutama setelah hujan

Terapkan metode pengendalian gulma yang sesuai, baik secara manual maupun menggunakan herbisida

Lakukan rotasi tanaman untuk menghambat siklus hidup gulma tertentu

Mitra Sahabat Tani Hadir Sebagai Solusi

Di Mitra Sahabat Tani, kamu bisa menemukan berbagai alat bantu pengendalian gulma, mulai dari mulsa plastik, alat semprot, hingga edukasi langsung dari tim kami. Kami juga siap memberikan saran pengendalian gulma berdasarkan kondisi lahan kamu.

Yuk, kunjungi toko atau depo Mitra Sahabat Tani terdekat. Kami bantu kamu kenali gulma dan atasi masalahnya, supaya pertanian kamu makin optimal.

Mengapa Gulma Harus Diperhatikan?

Banyak petani masih menganggap gulma sebagai gangguan kecil. Namun kenyataannya, gulma bisa bersaing langsung dengan tanaman utama dalam menyerap air, unsur hara, dan sinar matahari. Jika dibiarkan, keberadaan gulma akan menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen secara signifikan. Selain itu, biaya produksi bisa ikut meningkat karena upaya pemulihan tanaman yang terganggu.

Jenis-jenis Gulma yang Sering Ditemui

Untuk mengendalikan gulma secara efektif, penting bagi petani mengenali jenis-jenis gulma yang umum tumbuh di lahan. Berdasarkan bentuk dan cara pertumbuhannya, gulma dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar.

1. Gulma Daun Lebar

Gulma ini memiliki daun lebar dan pertumbuhan menyebar ke berbagai arah.
Contoh umum: bayam liar, daun sendok, teki ladang.

Ciri-cirinya:

  • Mudah dikenali karena bentuknya mencolok
  • Cepat tumbuh, apalagi setelah hujan
  • Menyerap sinar matahari yang seharusnya diterima tanaman utama

2. Gulma Daun Sempit

Jenis ini bentuknya menyerupai rumput dan sering tumbuh di berbagai lahan pertanian.
Contoh: alang-alang, rumput teki, rumput gajah kecil.

Ciri khasnya meliputi:

  • Akar serabut yang cepat menyebar
  • Tumbuh dominan di lahan terbuka
  • Sulit diberantas hanya dengan mencabut manual

3. Gulma Berkayu atau Semak

Biasanya muncul di lahan yang tidak sering digarap, seperti ladang atau tegalan.
Contoh: semak berduri, gelagah.

Beberapa cirinya antara lain:

  • Pertumbuhannya lambat, tapi sulit dikendalikan
  • Akar dan batang kuat, kadang merusak peralatan
  • Membutuhkan perlakuan khusus, seperti pemangkasan intensif

Kapan Waktu Terbaik Membersihkan Gulma?

Mengendalikan gulma tidak bisa asal-asalan. Terdapat beberapa waktu kritis yang sebaiknya diperhatikan, antara lain:

  • Pra-tanam: Membersihkan gulma sebelum penanaman membuat pertumbuhan awal tanaman jadi lebih optimal
  • Umur 7–21 hari setelah tanam: Pada fase ini, tanaman masih rentan bersaing dengan gulma
  • Menjelang pembungaan: Tanaman membutuhkan energi maksimal untuk membentuk bunga dan buah, sehingga keberadaan gulma sangat mengganggu

Dengan memperhatikan waktu-waktu ini, pengendalian gulma bisa menjadi lebih efisien dan hasil panen lebih maksimal.

Langkah Praktis Mengatasi Gulma

Beberapa langkah berikut bisa membantu petani menjaga lahan tetap bersih:

  • Gunakan mulsa plastik untuk mencegah tumbuhnya gulma sejak awal
  • Pantau lahan secara rutin, terutama setelah hujan
  • Terapkan metode pengendalian gulma yang sesuai, baik secara manual maupun menggunakan herbisida
  • Lakukan rotasi tanaman untuk menghambat siklus hidup gulma tertentu

Mitra Sahabat Tani Hadir Sebagai Solusi

Di Mitra Sahabat Tani, kamu bisa menemukan berbagai alat bantu pengendalian gulma, mulai dari mulsa plastik, alat semprot, hingga edukasi langsung dari tim kami. Kami juga siap memberikan saran pengendalian gulma berdasarkan kondisi lahan kamu.

Yuk, kunjungi toko atau depo Mitra Sahabat Tani terdekat. Kami bantu kamu kenali gulma dan atasi masalahnya, supaya pertanian kamu makin optimal.

WhatsApp Image 2025-07-12 at 09.37.35_570e7d6f

Apa Bedanya Herbisida Kontak dan Sistemik?

enapa Penting Memahami Jenis Herbisida?

Mengendalikan gulma adalah langkah penting agar tanaman utama tidak terganggu. Tapi tak sedikit petani yang masih bingung memilih herbisida yang tepat, karena setiap jenis gulma dan kondisi lahan membutuhkan pendekatan berbeda.

Secara umum, herbisida dibagi menjadi dua jenis berdasarkan cara kerjanya: kontak dan sistemik. Masing-masing memiliki fungsi dan keunggulan yang berbeda, dan pemilihan yang tepat bisa menentukan keberhasilan pengendalian gulma di lapangan.

1. Herbisida Kontak: Kerja Cepat, Efektif di Permukaan

Herbisida kontak bekerja langsung pada bagian tanaman yang terkena semprotan, biasanya pada daun atau batang muda. Efeknya bisa terlihat dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Jenis ini cocok untuk gulma muda yang belum memiliki sistem akar yang kuat.

Ciri-ciri herbisida kontak:

Reaksi cepat

Hanya bekerja pada bagian tanaman yang terkena

Kurang efektif untuk gulma tua atau berakar dalam

Cocok untuk pembersihan awal atau lahan sempit

2. Herbisida Sistemik: Serang hingga ke Akar

Berbeda dari kontak, herbisida sistemik diserap oleh jaringan tanaman lalu diedarkan hingga ke akar. Meskipun efeknya tidak secepat herbisida kontak, namun hasilnya lebih menyeluruh dan tahan lama, karena tanaman benar-benar mati dari akar.

Ciri-ciri herbisida sistemik:

Efek muncul lebih lambat (beberapa hari hingga satu minggu)

Membunuh gulma hingga ke akar

Cocok untuk gulma keras, tua, atau gulma yang tumbuh kembali

Ideal untuk lahan luas atau tanaman tahunan

3. Kapan Sebaiknya Digunakan?

Jenis HerbisidaWaktu Penggunaan IdealKontakSaat gulma masih muda dan belum menyebar luasSistemikSaat gulma sudah tumbuh besar, berakar kuat, atau menyebar cepat

Jika ingin hasil maksimal, seringkali penggunaan kedua jenis ini dilakukan secara bergantian atau dikombinasikan, tergantung siklus gulma di lahan.

Dapatkan Edukasi dan Produk Resmi di Mitra Sahabat Tani

Mitra Sahabat Tani menyediakan beragam jenis herbisida, baik kontak maupun sistemik, dengan kualitas terpercaya dan dukungan konsultasi langsung. Petani bisa berkonsultasi tentang:

Jenis gulma yang dihadapi

Waktu tanam dan siklus aplikasi

Dosis dan teknik semprot yang benar

Kombinasi produk jika dibutuhkan

Layanan ini tersedia di toko-toko kami, depo resmi, maupun melalui WhatsApp yang bisa diakses dari mana saja.

Butuh Bantuan Tentang Herbisida? Kami Siap Bantu

Jangan ragu untuk bertanya langsung ke tim Mitra Sahabat Tani. Kami akan bantu Anda memilih solusi pengendalian gulma yang efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan lapangan.

Karena bertani itu soal strategi, dan kami di sini untuk membantu strategi itu berhasil.

Kenapa Penting Memahami Jenis Herbisida?

Mengendalikan gulma adalah langkah penting agar tanaman utama tidak terganggu. Tapi tak sedikit petani yang masih bingung memilih herbisida yang tepat, karena setiap jenis gulma dan kondisi lahan membutuhkan pendekatan berbeda.

Secara umum, herbisida dibagi menjadi dua jenis berdasarkan cara kerjanya: kontak dan sistemik. Masing-masing memiliki fungsi dan keunggulan yang berbeda, dan pemilihan yang tepat bisa menentukan keberhasilan pengendalian gulma di lapangan.

1. Herbisida Kontak: Kerja Cepat, Efektif di Permukaan

Herbisida kontak bekerja langsung pada bagian tanaman yang terkena semprotan, biasanya pada daun atau batang muda. Efeknya bisa terlihat dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Jenis ini cocok untuk gulma muda yang belum memiliki sistem akar yang kuat.

Ciri-ciri herbisida kontak:

  • Reaksi cepat
  • Hanya bekerja pada bagian tanaman yang terkena
  • Kurang efektif untuk gulma tua atau berakar dalam
  • Cocok untuk pembersihan awal atau lahan sempit

2. Herbisida Sistemik: Serang hingga ke Akar

Berbeda dari kontak, herbisida sistemik diserap oleh jaringan tanaman lalu diedarkan hingga ke akar. Meskipun efeknya tidak secepat herbisida kontak, namun hasilnya lebih menyeluruh dan tahan lama, karena tanaman benar-benar mati dari akar.

Ciri-ciri herbisida sistemik:

  • Efek muncul lebih lambat (beberapa hari hingga satu minggu)
  • Membunuh gulma hingga ke akar
  • Cocok untuk gulma keras, tua, atau gulma yang tumbuh kembali
  • Ideal untuk lahan luas atau tanaman tahunan

3. Kapan Sebaiknya Digunakan?

Jenis HerbisidaWaktu Penggunaan Ideal
KontakSaat gulma masih muda dan belum menyebar luas
SistemikSaat gulma sudah tumbuh besar, berakar kuat, atau menyebar cepat

Jika ingin hasil maksimal, seringkali penggunaan kedua jenis ini dilakukan secara bergantian atau dikombinasikan, tergantung siklus gulma di lahan.

Dapatkan Edukasi dan Produk Resmi di Mitra Sahabat Tani

Mitra Sahabat Tani menyediakan beragam jenis herbisida, baik kontak maupun sistemik, dengan kualitas terpercaya dan dukungan konsultasi langsung. Petani bisa berkonsultasi tentang:

  • Jenis gulma yang dihadapi
  • Waktu tanam dan siklus aplikasi
  • Dosis dan teknik semprot yang benar
  • Kombinasi produk jika dibutuhkan

Layanan ini tersedia di toko-toko kami, depo resmi, maupun melalui WhatsApp yang bisa diakses dari mana saja.

Butuh Bantuan Tentang Herbisida? Kami Siap Bantu

Jangan ragu untuk bertanya langsung ke tim Mitra Sahabat Tani. Kami akan bantu Anda memilih solusi pengendalian gulma yang efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan lapangan.

Karena bertani itu soal strategi, dan kami di sini untuk membantu strategi itu berhasil.